Wikipedia

Search results

Showing posts with label einstein. Show all posts
Showing posts with label einstein. Show all posts

Sunday, 20 September 2015

Kisah Kejeniusan Seorang "Nikola Tesla" Dengan "Thomas Alva Edison"




Kisah Kejeniusan Seorang "Nikola Tesla" Dengan Ketamakan "Thomas Alva Edison"


Kisah ini membandingkan 2 orang ilmuwan yang telah berkontribusi pada sejarah manusia, khususnya di bidang teknologi kelistrikan. Keduanya hidup pada zaman yang sama, mereka adalah Thomas Alva Edison (1847-1931) dan Nikola Tesla (1856-1943).

Pasti semua sudah pada tahu dengan seorang Edison yang dari sedari kecil di zaman masa sekolah, kisah Edison ini seringkali digadang-gadangkan dengan berbagai macam ciptaan dan hak patennya, terutama bola lampu. Bahkan katanya, dia punya 1093 paten atas namanya.
Sedangkan Tesla, siapa dia? Belum tentu semua pada tahu, karena memang ilmuwan briliant ini sangat jarang disebut-sebut, bahkan mungkin tidak pernah terdengar sama sekali di pelajaran zaman sekolah dulu.



Padahal, Tesla bukanlah orang sembarangan. Meskipun terlahir 9 tahun lebih muda dari Edison, pengaruh atas penemuannya sangat luar biasa. Keturunan Serbia kelahiran Smiljan, Provinsi Lika, Croatia ini bahkan namanya diabadikan menjadi satuan untuk medan magnet.

Bagi yang mengerti tentang serba-serbi kelistrikan dan seputar teknik elektro, tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya arus bolak-balik (AC = Alternating Current). Dia-lah yang pertama kali mengembangkan ide tersebut.

Sedangkan untuk power engineering, kontribusinya terdapat dalam distribusi listrik fasa banyak (polyphase transmission system). Kontribusinya bukan hanya sampai disitu saja, akan tetapi juga di bidang robotics, nuclear physics, theoretical physics, juga di computer science. Dan dia dianggap sebagai "America’s Greatest Electrical Engineer" dan memiliki sebanyak 1200 paten yang terdaftar atas nama dirinya.

Lantas, siapakah yang lebih jenius diantara kedua tokoh ilmuwan ini? Tesla-kah atau Edison?




Oleh karena itu, mari kita bandingkan sedikit lebih dalam lagi di antara kedua ilmuwan pada abad 19 ini.

Jangankan hanya untuk memperoleh gelar S1, Thomas Alva Edison tidak pernah lulus SD seumur hidupnya. Sedangkan Nikola Tesla, lulusan teknik di Graz University of Technology, Austria, dan pasca sarjana di bidang physics dari University of Prague. Dia juga mendapatkan honorary doctoral degrees dari setidaknya 13 universitas berbeda, salah satunya Yale University.

Di dalam penemuan-penemuan mereka, Thomas Alva Edison memiliki 1093 paten atas namanya, sedangkan Nikola Tesla memiliki sebanyak 1200 paten yang terdaftar atas nama dirinya.



Dikisahkan, ketika sedang berusaha keras dalam menemukan komponen yang tepat buat file bohlam-nya, Edison sangat penasaran sampai mencoba 60.000 kali percobaan dengan material yang berbeda-beda. Bahkan ada kisah, bahwa suatu kali saking stressnya, Edison mencoba melinting daun yang ditaburinya dengan serbuk grafit yang bersifat konduktor. Apa yang terjadi? Sebuah ledakan yang sampai menghancurkan labnya sendiri.

Jadi bisa dikatakan, kalau sebenarnya Edison menggunakan "brute force" dalam melakukan percobaan-percobaannya. Kalau saja dia dulu mengerti tentang ilmu material, mungkin jumlah percobaan gagalnya bisa dikurangi sampai ratusan, bahkan ribuan kali lebih sedikit tentunya.

Sedangkan Tesla, dikisahkan hanya butuh satu kali percobaan saja hingga dia bisa berhasil mendapatkan temuannya, yaitu berupa sistem kelistrikan arus bolak-balik (AC).



Discovery Channel juga pernah menceritakan tentang kejeniusan Tesla. Dia dulu rupanya pernah menemukan sebuah cara untuk mentransmisikan listrik tanpa kabel, tapi dia khawatir temuannya itu malah disalahgunakan untuk kepentingan perang. Makanya, dia membakar semua temuan beserta berkas-berkasnya saat itu.

Bayangkan saja, kalau saja seandainya temuannya itu dulu dipublikasikan, bisa jadi kita sekarang melihat perkembangan dan revolusi luar biasa di dunia electrical engineering. Dia juga konon menemukan cara untuk membunuh orang hanya dengan suara saja, tapi sekali lagi, temuan itu pun juga dimusnahkan dengan alasan yang sama.


Jadi, siapa yang lebih jenius?



Sebentar, nanti dulu, masih ada fakta menarik lainnya, bahwa saat itu Tesla pernah bekerja di perusahaan milik Edison, Edison Machine Works. Ketika kerja disana, Tesla hanya diberi gaji $10 per minggu. Sedangkan setiap ada paten, uang yang selalu mampir ke kantong Edison ada pada kisaran $30,000.

Dan ini fakta yang lebih menarik lainnya, yaitu legenda “War of Currents” yang terjadi saat itu yang mengacu pada 2 konsep transmisi listrik, AC (Alternating Current) dan DC (Direct Current).

AC diusung oleh Tesla, sedangkan DC oleh Edison. Mereka memang berbeda pendapat soal mana yang lebih efisien dalam power transmission. Dan di kemudian hari, ternyata tidak bisa dipungkiri kalau AC jauh lebih bisa melakukannya dengan sangat efisien. Apalagi jika menggunakan teknik 3-phase yang juga dikembangkan oleh Tesla.





Tapi saat itu, Edison berhasil melakukan propaganda ke masyarakat dengan menyebarkan bukti, bahwa AC berbahaya dan mematikan. Karakter Tesla lantas dibunuh oleh Edison dengan pertunjukan menyetrum gajah (pakai AC) hingga mati. Dan dengan liciknya Edison mengatakan, bahwa DC lebih aman dan tidak nyetrum.

Edison dengan taktik intimidasinya, sering menyewa sekelompok preman untuk menghancurkan teknologi, demi memastikan bayaran dari patennya. Agar semakin memperburuk nama Tesla, dia gencar melakukan kampanye melawan Tesla. Dia melangkah lebih jauh dengan menciptakan kursi listrik yang menggunakan listrik AC temuan Tesla untuk mengeksekusi mati orang.

Acara Hukuman mati menggunakan Kursi Listrik Pertama kali tersebut menjadi sangat mengerikan dan berantakan. George Westinghouse seperti dikutip media mengatakan, "Mereka akan melakukan lebih baik dengan menggunakan kapak (hukuman mati)." Jadi eksekusi pertama oleh kursi listrik terjadi hanya untuk membuktikan, bahwa temuan Tesla salah dan melestarikan saham keuangan Edison.



Selain itu, Tesla pun kalah dukungan atas keinginannya untuk membuat sumber energi GRATIS yang tidak akan pernah habis, sedangkan ketamakan Edison menang dan jelas sangat komersialistis. Konon katanya, gara-gara perseteruan itulah Tesla akhirnya di depak dari perusahaan Edison.

Memang untuk sesaat DC menjadi favorit kala itu, tetapi sejarah akhirnya berbalik dan membuktikan, bahwa AC memang yang lebih pantas menjadi standard internasional untuk power transmission.




Sekitar tahun 1916, Tesla bangkrut karena tumpukan pajaknya. Ia meninggal pada taun 1946 dalam kemiskinan dan dengan utangnya yang menggunung. Sedangkan Edison saat hidupnya masih bisa membeli rumah di atas area 5,5 hektar di New Jersey hanya sekedar untuk hadiah pernikahan dengan istri keduanya.

Jadi sekarang, siapa yang lebih jenius?



Kalau Einstein orang paling Jenius di abad 20, maka Tesla-lah orang yang paling Jenius di abad 19. Benar, dia seorang "Ilmuwan Gila", dan itulah julukan yang diberikan untuk Nikola Tesla, dan dia pantas untuk itu. Tesla seorang penemu yang mampu menyaingi penemu-penemu dan ilmuwan-ilmuwan lain dalam sejarah atau budaya populer yang ada selama ini.

Oleh karena hanya kepribadian eksentriknya yang terlihat ganjil dan klaim-klaim anehnya tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, seorang yang secemerlang Tesla pun pada akhirnya diasingkan, serta di cap sebagai ilmuwan gila (mad scientist). Akhirnya, sebagian besar orang di dunia, lebih mengenal si tamak Thomas Alfa Edison, daripada kejeniusan seorang Nikola Tesla.


Jadi sekali lagi terbukti, siapa yang lebih jenius?







Sumber : kaskus.co.id, Wikipedia©, dan berbagai sumber lainnya

Fakta Tentang Albert Einstein


Fakta Tentang Albert Einstein


-     Einstein lahir pada tanggal 14 Maret 1879 di Ulm, Wurttemberg, Jerman

-     Nama Albert Einstein diambil dari nama orang kudus Albertus, dan Einstein merupakan nama keluarga orang Jerman keturunan Yahudi

-     Ayahnya bernama Hermann Einstein dan ibunya bernama Paulina Koch

-     Pada awalnya ayahnya bekerja sebagai pedagang kasur bulu, lalu beralih menjadi pengusaha sebuah perusahaan alat-alat listrik

-     Pada tahun 1880, saat Albert berusia 1 tahun, keluarganya pindah ke Munich karena perusahaan ayahnya mengalami kerugian

-     Pertumbuhan Einstein kecil ternyata terlambat dibandingkan dengan teman-temannya. Ketika anak seusianya sudah pandai berbicara, Eintein kecil belum bisa

-     Einstein termasuk anak yang pendiam dan suka menyendiri alias autis

-     Pada ulang tahunnya yang ke-5, ayahnya memberikan hadiah berupa kompas

-     Semenjak SD Einstein sudah menyukai Fisika dan Matematika

-     Pada usia 12 tahun, Einstein telah mempelajari Calculus secara otodidak

-     Pada usia 13 tahun, Einstein telah membaca bukiu karya filosof dan ahli astronomi terkenal Emanuel Kant berjudul “Critique of Pure Reason

-     Einstein  SMP nya tidak lulus

-     Ketika Einstein keluar dari SMP, keluarganya pindah ke Swiss karena perusahaannya bangkrut

-     Einstein belajar memainkan biola saat umur 8 tahun

-     Einstein sering dijuluki philantropis karena dia tidak menyukai kekerasan

-     Einstein kuliah di Institut Politeknik di Zurich, Swiss, setelah mengikuti tes 2 kali

-     Einstein menjadi insinyur teknik pada tahun 1900, saat usianya 21 tahun

-     Einstein berpindah kewarganegaarn Swiss karena lamaran pekerjaannya selalu ditolak ketika dia masih berwarganegara Jerman

-     Einstein menganggur selama 2 tahun setelah dia lulus kuliah

-     Einstein pernah menjadi guru privat matematika untuk siswa SMA selama 2 bulan karena lamaran pekerjaannya selalu ditolak

-     Einstein pernah bekerja sebagai juru tulis di kantor patent di Bern

-     Einstein menikah dengan adik kelasnya sewaktu kuliah yang bernama Mileva Marie pada usia 24 tahun

-     Einstein memiliki anak yang bernama Liesrl Einstein dan Hans Einstein

-     Efek Fotolistrik dikemukakan Einstein pada tahun 1905

-     Pada tahun 1907 Einstein mengemukakan tentang teori Quantum untuk perhitungan fenomena panas pada suhu rendah

-     Pada tahun 1912 Einstein ditawari mengajar Fisika teori di Universitas Zurich, Swiss dan Universitas Jerman di Praha

-     Pada tahun 1913 Einstein ditawari pekerjaan sebagai direktur Institut Fisika Kaisar Wilhelm di Berlin, Jerman

-     Karena menerima pekerjaan sebagai direktur Institut Fisika Kaisar Wilhelm di Berlin, Einstein bercerai dengan istrinya

-     Einstein menikah yang kedua kali dengan seorang gadis bernama Elsa, yang masih saudara sepupunya

-     Pada tahun 1916 Einstein mengumumkan teori Relativitas Umum nyadan dipatentkan atas nama Einstein sebagai dosen/ilmuwan/fisikawan

-     Pada tahun 1926, Einstein menerima Nobel dalam bidang Fisika mengenai Efek Foto Listrij yang pernah dikemukakannya pada tahun 1905

-     Einstein seorang yang religious. Dalam upaya pencariannya akan eksistensi Tuhan yang tidak kunjung ditemukan dengan menggunakan persamaan-persamaan Fisika dan Matematika, dia mengemukakan pernyataan “Tuhan memang rumit, tetapi tidak jahat” 
-     Karya tulisnya yang terkenal “Revolution in Science, New Theory of The Universe, Newtonian Ideas Overthrown” ditulisnya pada usia 40 tahun

-     Pada tahun 1933 Einstein pindah ke Amerika karena mendapat tawaran untuk mengajar di Institute for Advanced Study, Princeton, New Jersey

-     Pada tahun 1935, Einstein mendapatkan permanent residency dari pemerintah AS yang menjadikan Einstein bebas bekerja di mana saja

-      Pada tahun 1936 istrinya, Elsa, meninggal dunia

-     Pada tahun 1939, Einstein menyurati presiden Amerika Serikat Franklin Delano Roosevelt tentang dugaan Jerman akan membuat bom atom, dan mebgusulkan Amerika untuk segera melakukan penelitian pembuatan bom atom

-     Bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki adalah hasil penelitian Einstein, yang pada akhirnya sangat disesalinya karena telah menimbulkan banyak korban jiwa

-     Pada tahun 1940, Einstein resmi menjadi warga Negara AS

-     Pada tahun 1952, pada usia 73 tahun, Einstein ditawari menjadi Presiden Israel kedua, yang jelas ditolaknya

-     Einstein meninggal pada usia 76 tahun, pada tanggal 18 April 1955

-     Pendapat Einstein yang menarik diantaranya, satu   Satu-satunya hal yang tak dapat dimengerti mengenai alam semesta adalah bahwa ia dapat dimengerti

-     Dua, “Saya berpikir terus menerus, berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun. Sembilan puluh Sembilan kali konklusi saya keliru, akan tetapi konklusi yang keseratus kali saya benar”.

-     Tiga “Saya ingin tahu bagaimana Tuhan menciptakan dunia ini. Saya tidak tertarik pada fenomena ini atau itu, pada spectrum unsur ini atau itu. Saya ingin tahu pikiran-pikiran-Nya. Selebihnya adalah perincian-perincian saja”

-     Empat, “ilmu pengetahun tanpa agama, lumpuh. Agama tanpa ilmu pengetahuan itu buta”